Daftar Isi
| Ringkasan Tokoh | Keterangan |
|---|---|
| Lahir – Wafat | 4 Desember 1884 – 11 September 1947 |
| Dikenal karena | Pendiri Sakola Istri, Bandung (1904) |
| Nama sekolah setelah 1910 | Sakola Kautamaan Istri |
| Pengakuan | Pahlawan Nasional Indonesia |
Riwayat Singkat
Dewi Sartika lahir pada 4 Desember 1884 di Bandung dan wafat pada 11 September 1947. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga menak Sunda dan sejak kecil menunjukkan minat besar untuk mengajarkan membaca, menulis, dan keterampilan rumah tangga kepada anak-anak perempuan di sekitarnya.
Mendirikan Sakola Istri
Pada 1904, Dewi Sartika mendirikan Sakola Istri di Bandung, sekolah yang secara khusus ditujukan bagi pendidikan anak perempuan pribumi. Sekolah ini kemudian berganti nama menjadi Sakola Kautamaan Istri pada 1910, dan menjadi model bagi pendirian sekolah-sekolah perempuan serupa di berbagai daerah di Jawa Barat.
Kurikulum yang Diajarkan
Sakola Istri mengajarkan calistung (membaca, menulis, berhitung) serta keterampilan rumah tangga seperti menjahit dan merenda. Pendekatan ini dianggap relevan dengan konteks sosial saat itu, sekaligus menjadi pintu masuk penting bagi anak perempuan pribumi untuk mendapatkan pendidikan formal pertama mereka.
Pengakuan sebagai Pahlawan Nasional
Atas kontribusinya dalam memperluas akses pendidikan bagi perempuan, Dewi Sartika ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Namanya banyak diabadikan sebagai nama jalan dan sekolah di berbagai kota di Indonesia, terutama di Jawa Barat.
Fakta Singkat
- Sakola Istri didirikan di Bandung pada 1904.
- Sekolah ini berganti nama menjadi Sakola Kautamaan Istri pada 1910.
- Dewi Sartika ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
Mengapa Ini Penting?
Dewi Sartika menunjukkan bahwa perjuangan pendidikan perempuan pada awal abad ke-20 tidak hanya terjadi di Jawa Tengah lewat Kartini, tetapi juga berkembang mandiri di Tanah Sunda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Sakola Istri didirikan?
Pada 1904 di Bandung.
Apa yang diajarkan di Sakola Istri?
Calistung (membaca, menulis, berhitung) serta keterampilan rumah tangga seperti menjahit dan merenda.
Apakah Dewi Sartika seorang pahlawan nasional?
Ya, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia atas kontribusinya di bidang pendidikan perempuan.
Sumber
- Dokumentasi sejarah Sakola Istri dan Sakola Kautamaan Istri.
- Penetapan resmi Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia.
- Arsip Nasional Republik Indonesia — lihat daftar sumber.
Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan pendidikan. Untuk kebutuhan akademik, pendaftaran, kebijakan, akreditasi, atau rekrutmen, pembaca disarankan memeriksa sumber primer dan situs resmi terkait.